Kerja sama bawang merah ini bahkan memengaruhi harga di Banjarmasin. Harga yang sebelumnya lebih tinggi kini ikut turun karena pedagang menyesuaikan dengan harga Tabalong.
“Di Tabalong Rp45 ribu per kilogram, akhirnya pedagang Banjarmasin menekan harga jadi Rp44 ribu per kilogram,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Tabalong juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menanam bawang merah dengan metode umbi. Hasilnya cukup menggembirakan dan membuka peluang perluasan tanam agar kebutuhan bawang lokal bisa dipenuhi petani sendiri.
Dengan langkah ini, Pemkab Tabalong berupaya mengurangi ketergantungan impor bawang dari luar daerah. Harapannya, kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dari hasil panen lokal sehingga inflasi terus terkendali.
“Kita sedang berupaya menggeser kebutuhan bawang merah agar dipenuhi petani lokal. Dengan begitu, inflasi tetap aman dan stabil,” pungkas Jelita.(wartabanjar.com/HRD)
editor: nur muhammad







