WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Formasi baru Timnas Indonesia saat menghadapi Taiwan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9), menjadi buah bibir. Bukan hanya kemenangan telak 6-0, tetapi keberanian pelatih Patrick Kluivert untuk meninggalkan pola tiga bek dan mulai menerapkan filosofi menyerang dengan sistem 4-3-3.
Kluivert sebelumnya kerap menggunakan pola peninggalan Shin Tae-yong di empat laga awalnya. Namun delapan bulan kemudian, janji untuk menanamkan gaya main agresif terwujud. Statistik memperlihatkan Indonesia menguasai 69 persen ball possession, melepaskan 23 tembakan, dan menghasilkan enam gol.
“Kami mengeksekusi rencana permainan dengan baik, mentalitas pemain luar biasa. Melawan siapa pun, yang penting adalah menghormati game plan,” kata Kluivert usai pertandingan.
Sinyal konsistensi pun disampaikan jelang laga kontra Lebanon, Senin (8/9) malam. “Saya tidak ingin mengubah sistem, hanya menyempurnakannya. Ini baru permulaan,” tutur mantan striker Barcelona itu.
Kini, ujian sebenarnya menanti. Lebanon, yang menempati ranking FIFA 112, berada di atas Indonesia (118). Pertandingan ini akan menjadi barometer sejati, sekaligus persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat melawan Arab Saudi dan Irak bulan Oktober nanti. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

