WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pengumuman mengejutkan datang dari Taiwan pada Minggu (31/8), ketika bintang bola basket Jeremy Lin resmi menyatakan pensiun dari dunia profesional. Bukan karena prestasi menurun, tetapi lantaran keputusan pribadi yang disebutnya sebagai “paling berat dalam hidupnya.”
Lin, pebasket berdarah Taiwan kelahiran California 1988, sempat mencetak fenomena global lewat “Linsanity” di NBA bersama New York Knicks pada 2012. Saat itu, ia mengantar enam kemenangan beruntun dan menorehkan 38 poin ke gawang Los Angeles Lakers. Selama 480 laga NBA, Lin membukukan rata-rata 11,6 poin, termasuk menjadi bagian dari skuat Toronto Raptors yang juara NBA 2019. Setelah keluar dari NBA, Lin berkarier di Chinese Basketball Association (CBA) bersama Beijing Ducks serta Guangzhou Loong Lions, lalu sejak 2023 bermain di liga Taiwan.
Mantan pemain Harvard itu menegaskan keputusannya bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari transisi. “Kenangan kita jauh melampaui lapangan basket. Saya sebenarnya tak ingin menutup bab ini, namun waktunya sudah tiba,” ungkap Lin dalam video perpisahan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Minggu.
Sementara itu, analis basket Asia, Wang Yi, menilai pengumuman ini akan meninggalkan kekosongan besar dalam representasi pemain keturunan Asia di panggung global. “Jeremy Lin bukan sekadar atlet, ia simbol harapan. Hilangnya figur ini akan terasa di kalangan penggemar muda yang melihatnya sebagai panutan,” komentar Wang dalam wawancara dengan China Sports Daily, Senin (1/9).







