Hal ini dinilai sebagai terobosan yang dapat meningkatkan keanekaragaman tanaman obat di lingkungan sekitar.
“Bukan hanya tanaman yang dibudidayakan, tetapi juga tanaman liar yang punya khasiat dimanfaatkan dengan baik. Ini salah satu poin yang membuat Desa Muara Jaya istimewa,” tambah Siti Wasilah.
Tim verifikasi juga menemukan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mengikuti pembinaan.
Mereka mempraktikkan cara mengolah tanaman menjadi obat keluarga yang sederhana, hingga cara memasak yang benar agar khasiatnya tetap terjaga.
Dengan inovasi tersebut, Desa Muara Jaya diharapkan mampu menjadi role model bagi desa-desa lain dalam mengembangkan Asman Toga yang kreatif dan tepat guna.
“Kami berharap inovasi seperti ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi juga diadaptasi oleh desa lain,” katanya. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu







