WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Perombakan pasangan ganda putra di pelatnas PBSI menuai hasil positif setelah pasangan anyar Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil meraih gelar juara. Legenda bulutangkis Indonesia, Mohammad Ahsan, menilai langkah ini sebagai hal yang baik sekaligus pembelajaran penting bagi atlet.
“Bagus juga karena mungkin buat mereka biar fresh juga ya, supaya satu sama lain tahu juga, kekurangan partner kelebihan partner. Kalau pisahkan baru kelihatan biasanya, nanti seperti ini karena orang ini seperti apa,” ujar Ahsan saat ditemui di Daddies Arena, BSD, Tangerang Selatan, Banten.
Ahsan pun mengingat pengalaman pribadinya ketika berpasangan dengan Hendra Setiawan. Duet Ahsan/Hendra pertama kali terbentuk pada 2012 dan sukses merebut dua gelar juara dunia pada 2013 dan 2015. Namun, keduanya sempat berpisah pada 2016—Ahsan berduet dengan Rian Agung Saputro, sedangkan Hendra berpartner dengan pemain Malaysia, Tan Boon Heong.
Setahun berselang, mereka kembali bersatu. Tahun 2019 menjadi momen terbaik, ketika “The Daddies” sukses merebut gelar All England, Kejuaraan Dunia, hingga BWF World Tour Finals. Bahkan hingga menjelang pensiun awal 2025, pasangan senior ini masih mampu bersaing di papan atas dunia.
“Kami kan sudah ada chemistry ya, jadi memang benar-benar (saat) pisah itu, kami masih punya komitmen lagi berdua. Pisah mungkin jadi fresh lagi juga, jadi mengerti satu sama lain lah. Tapi kami juga harus butuh komitmen. Waktu itu umur kami sudah tidak muda lagi, jadi harus mengejar dengan tenaga dan kerja keras,” ungkap Ahsan.

