WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nama Gavin MacMillan mungkin belum sepopuler pelatih top di dunia tenis, namun rekam jejaknya membuktikan satu hal: ia jago “memperbaiki” servis yang rusak. Kini, spesialis biomekanik asal AS itu dihadapkan pada tantangan baru: membantu Coco Gauff keluar dari krisis double fault yang kembali menghantui.
MacMillan bukan pelatih biasa. Ia dikenal menganalisis gerakan atlet secara mendalam melalui biomekanik ilmu yang memadukan gerak tubuh, efisiensi otot, hingga distribusi beban untuk menciptakan pukulan ideal.
Namanya mencuat saat ia direkrut tim Aryna Sabalenka pada 2022, saat servis petenis Belarusia itu menjadi sorotan karena menghasilkan lebih dari 20 double fault per pertandingan. Setelah bekerja dengan MacMillan, performa servis Sabalenka berubah drastis. Ia bahkan menjadi juara Grand Slam dan naik ke peringkat satu dunia.
Kini, metode yang sama akan diterapkan pada Coco Gauff, yang telah mencatat 58 double fault hanya dalam dua turnamen terakhir. MacMillan sudah terlihat mendampingi Gauff berlatih di Billie Jean King Tennis Center jelang US Open 2025.
Bisakah MacMillan menciptakan keajaiban kedua? Semua mata kini tertuju pada hasil kolaborasi ini di lapangan Flushing Meadows. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

