“Sisa makanan, sayur, dan buah memiliki kandungan amonia tinggi. Sehari saja bisa langsung membusuk. Karena itu, pemisahan dan pengangkutan harus dilakukan konsisten,” jelas Alive.
Sejauh ini, respons pelaku usaha Horeka terhadap program ini sangat positif. Mereka hanya menunggu mekanisme teknis agar bisa segera berkolaborasi.
“Mereka siap bekerjasama. Tinggal menyesuaikan skema yang akan kita tetapkan,” pungkas Alive.
Dengan inovasi ini, DLH optimistis Kota Banjarmasin bisa menjadi pionir dalam pengelolaan sampah ramah lingkungan sekaligus mengurangi beban TPA.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad

