WARTABANJAR.COM, HUMBANG HASUNDUTAN – Suasana Lapangan Merdeka Simataniari, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Minggu (17/8/2025), menjadi saksi bisu pengorbanan seorang anak bangsa.
Di tengah gegap gempita HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, berdirilah seorang pemuda bernama Kevin Silaban, Komandan Paskibra yang kisahnya membuat jutaan pasang mata meneteskan air mata.
Perpisahan Sebelum Tugas Negara
Sehari sebelum upacara, duka menyelimuti keluarga Silaban. Ayahanda tercinta Kevin meninggal dunia.
Namun, bukannya tenggelam dalam kesedihan, Kevin memilih jalan yang tak banyak orang bisa ambil: meninggalkan jasad sang ayah untuk menunaikan tugas negara.
Sebelum berangkat, ia sempat menundukkan kepala, mencium kening sang ayah, lalu memberi hormat terakhir. “Ini untukmu, Pak,” gumamnya lirih.
Tegak di Bawah Bendera
Saat langkah kaki pasukan Paskibra memasuki lapangan, semua mata tertuju pada Kevin. Tegap, gagah, namun matanya menyimpan kesedihan yang tak bisa disembunyikan.
Ia memimpin pasukannya dengan suara lantang, memastikan Sang Saka Merah Putih berkibar dengan sempurna. Tidak ada getar, tidak ada goyah.
Setiap gerakannya seakan menjadi doa — doa untuk tanah air, doa untuk ayahnya yang kini telah pergi, doa agar dirinya tetap kuat berdiri.
Doa dari Ribuan Hati
Momen Kevin terekam dan menyebar cepat di media sosial. Ribuan komentar memenuhi unggahan video itu, dari ucapan belasungkawa hingga doa penuh harapan.

