WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Indonesia sedang berada di musim kemarau dan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan), termasuk juga Kalimantan Selatan.
Tak seperti di masa lalu, Karhutla di Kalsel tahun ini relatif aman, menurut BMKG.
Kondisi cuaca di Kalimantan Selatan cenderung lembap dan kering, serta relatif sedikit ditemukan titik ekstrem kering sehingga potensi Karhutla masih tergolong aman.
Pantauan dinamika TMAT di enam provinsi rawan karhutla (Riau, Jambi, Sumatra Selatan (Sulsel), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan Kalsel)) cenderung dalam kategori aman.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat menghadiri rapat koordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan BNPB di Gedung Command Center BMKG, Jakarta, Selasa (12/8/2025), mengatakan pada Agustus 2025, BMKG memprediksi karhutla masih berpotensi terjadi di sebagian Riau dan Sumatra Utara (kategori menengah), serta Jawa dan Sulawesi (kategori menengah–tinggi), bertepatan puncak musim kemarau di wilayah tersebut.
“Sedangkan pada September hingga Oktober, luas wilayah kategori tinggi–menengah berangsur berkurang,” katanya seperti dikutip dari laman BMKG, Rabu (13/8/2025).
Keberadaan titik dengan kedalaman TMAT sangat rendah di semua provinsi rawan karhutla tetap menjadi perhatian mitigasi.
Sementara itu, sebagian wilayah Riau terpantau masih relatif lembap, tetapi terdapat area signifikan yang berisiko kering.
BACA JUGA: Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Lewat Misi Garuda Merah Putih II

