WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Bidang Bina Marga akan melakukan kaji ulang desain trase jalan di sejumlah titik rawan Jalan Bypass Banjarbaru-Batulicin.
Hal ini dikarenakan tingginya angka kecelakaan di Jalan Bypass Banjarbaru-Batulicin. Kemarin, Minggu (10/8) tercatat lima mobil terguling.
Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Plt Kabid Bina Marga, Robby Cahyadi, mengatakan bahwa kaji ulang ini difokuskan pada segmen-segmen jalan yang dianggap memiliki potensi bahaya tinggi, khususnya di wilayah Bunglai, Gunung Papua, dan Kelok 12.
Baca Juga
BPBD Kota Banjarmasin : 18 Rumah Rusak Berat di Kebakaran Pelambuan
“Kami dari PUPR Provinsi, khususnya Bidang Bina Marga, telah merancang dan melakukan kaji ulang terhadap trase jalan yang menghubungkan Banjarbaru dan Batulicin,” ujar Robby saat ditemui di Banjarbaru, Senin (11/8/2025).
Ia menjelaskan, dari hasil evaluasi teknis, kondisi alinyemen horizontal dan vertikal pada beberapa bagian jalan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Posisi trase jalan di beberapa titik kurang aman. Secara teknis, baik dari sisi kelandaian maupun tikungan, perlu dilakukan modifikasi,” tambahnya.
Dinas PUPR Kalsel pun telah menyusun perencanaan teknis untuk pelaksanaan perubahan desain terasa jalan, dan saat ini tengah menunggu persetujuan dari pengelola kawasan Tahura Sultan Adam terkait akses di wilayah konservasi tersebut.
“Kita sudah berkontrak untuk pelaksanaan fisiknya, namun masih menunggu keputusan dari Tahura Sultan Adam karena akses jalan melewati wilayah yang mereka kelola,” jelas Robby.

