WARTABANJAR.COM, BARABAI – Menjelang ajang bergengsi Perkemahan Bakti Banua (Pertibanua) IX Kalimantan Selatan 2025, semangat dan kesiapan terus dipacu oleh Saka Bakti Husada (SBH) Hulu Sungai Tengah (HST). Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang berlangsung penuh semangat pada Minggu, 3 Agustus 2025, di Gedung Bakti Husada, Dinas Kesehatan HST.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda tanggap darurat dan siap terjun ke lapangan, seiring dengan semangat SBH sebagai garda terdepan di bidang kesehatan dalam Gerakan Pramuka.
Latihan Serius, Tanggap Gawat Darurat Jadi Bekal Penting
Pelatihan diisi langsung oleh praktisi kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) HST, yakni Muhammad Shohibul Ridho dan Muhammad, yang memberikan materi mendalam seputar dasar-dasar PPGD, fungsi alat medis darurat, hingga teknik penyelamatan yang benar.
BACA JUGA:7 Pendekar Muda Tanah Laut Sapu Bersih Medali! Kilau Emas Pencak Silat Bersinar di Kapuas
Usai sesi teori, para peserta langsung unjuk keterampilan melalui simulasi penanganan luka di lengan bawah dan patah tulang tungkai, lengkap dengan penggunaan alat penunjang medis darurat. Atmosfer pelatihan dipenuhi antusiasme, menunjukkan kesiapan mental para peserta menghadapi situasi nyata.
Alumni SBH Bicara: Ini Bukan Sekadar Pelatihan, Tapi Misi Kemanusiaan
Alfisah, anggota Dewan Kehormatan SBH HST sekaligus alumni SBH, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan ini.
“Materi PPGD sangat vital, apalagi saat bertugas di lapangan. Harapannya, adik-adik bisa lebih percaya diri dalam memberikan pertolongan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

