Dorong Inovasi Daerah, Pemkab HST Teken Kerja Sama dengan UPN Veteran Surabaya
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memperkuat langkah pembangunan daerah berbasis kolaborasi dengan dunia akademik melalui penandatanganan kerja sama bersama Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Rabu (28/1/2026).
Kesepakatan bersama tersebut menjadi fondasi kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan riset terapan, pemanfaatan teknologi industri, serta peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya daerah membuka ruang inovasi dan penguatan ekonomi berbasis pengetahuan. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Baca Juga Waspada Banjir Rob 2,6 Meter di Banjarmasin 31 Januari-3 Februari 2026
“Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan dukungan akademik dan teknologi, mulai dari riset terapan, penguatan kualitas produk IKM, pendampingan inkubator bisnis UMKM, hingga pengembangan ekonomi kreatif daerah,” katanya.
Ia menuturkan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki potensi besar pada sektor UMKM, industri kecil dan menengah, serta ekonomi kreatif yang tumbuh dari kearifan lokal masyarakat. Namun, penguatan inovasi, teknologi, manajemen usaha, dan akses pasar masih membutuhkan dukungan lintas sektor.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi jembatan penting agar potensi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing lebih luas,” tambahnya.
Bupati juga menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dilepaskan dari kontribusi dunia akademik sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Karena itu, ia berharap kerja sama dengan UPN Veteran Surabaya dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan, tetapi berlanjut dalam bentuk aksi dan program yang berdampak langsung, baik pada penguatan sumber daya manusia maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat Bumi Murakata,” pungkasnya.