“Mungkin efek sound horeg.”
“Dokter: Kalau gue jujur, abis nih digebukin.”
“Setidaknya mereka nggak ganggu dan gusur warga.”
Beberapa lainnya justru membandingkan kejadian ini dengan kondisi di Indonesia:
“Nggak jauh beda sama Indo.”
Hiburan, Kepercayaan, atau Kritik Sosial?
Fenomena seperti ini seringkali mencerminkan kerentanan antara kepercayaan dan logika modern, apalagi saat sudah dikonsumsi secara masif lewat media sosial. Terlepas dari pro dan kontra, momen ini menunjukkan betapa luas dan beragamnya cara manusia memahami “keajaiban”.(Wartabanjar.com/wearenesia/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







