WARTABANJAR.COM – Masalah sampah memang bukan hal baru. Tapi yang terjadi di Ciledug, Kota Tangerang, mengingatkan kita bahwa persoalan lama bisa menjadi sorotan baru lagi kalau dibiarkan terlalu lama.
Beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh video tumpukan sampah yang berjejer di tengah jalan di kawasan Raden Patah, Ciledug. Sampah rumah tangga itu diletakkan begitu saja oleh warga, membentuk garis panjang seperti pembatas jalan.
Menurut keterangan warga sekitar, sampah itu sengaja diletakkan karena layanan pengangkutan dari pemerintah dianggap tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak warga yang mengaku sudah membayar iuran kebersihan, tetapi sampah tidak diangkut secara rutin. Tempat pembuangan sementara pun terbatas, bahkan ada yang mengatakan sudah penuh.
Di sisi lain, meski bentuknya seperti protes, membuang sampah sembarangan tetap bukan pilihan yang tepat. Karena bagaimana pun, jalan raya adalah fasilitas umum. Ketika warga memilih untuk menaruh sampah di tempat yang salah, itu menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga ruang publik juga masih rendah.
Dalam fenomena ini kita bisa melihat dua hal, yang pertama adalah sistem yang tidak berjalan dengan baik dan yang kedua, kesadaran masyarakat yang mulai longgar. Dua-duanya sama-sama berkontribusi terhadap masalah yang sedang kita saksikan hari ini.
Yang juga patut disayangkan, perhatian baru muncul setelah video viral di media sosial. Seolah-olah, masalah tidak dianggap penting kalau belum viral.
Kejadian di Ciledug bukan hanya tentang sampah. Ini adalah cermin dari kebiasaan kita yang kadang sering menunggu rusak dulu, baru bergerak. Sering saling menunggu, tapi enggan bekerja sama.
Jika pola seperti ini terus dibiarkan, jangan heran bila keluhan akan terus menumpuk, ya seperti sampah yang kita bahas saat ini.(vri/berbagai sumber)

