WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kebijakan efisiensi sumber daya manusia di Kementerian Keuangan. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, ia menyebutkan bahwa jumlah pegawai Kemenkeu berkurang hampir 1.000 orang dalam beberapa waktu terakhir.
“Jumlah SDM Kemenkeu turun hampir mendekati 1.000 orang, meskipun tugas dan volume pengelolaan APBN justru meningkat,” ujar Sri Mulyani dengan nada tegas.
Kebijakan Negative Growth di Tengah Beban Kerja Meningkat
Pengurangan pegawai ini merupakan bagian dari kebijakan negative growth yang diterapkan pemerintah sebagai langkah efisiensi birokrasi. Meski jumlah pegawai menyusut, Kemenkeu tetap dihadapkan pada beban kerja yang semakin kompleks, terutama dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.
BACA JUGA:Ribuan Demonstran Gempur Kuala Lumpur! PM Anwar Ibrahim Malaysia Diminta Lengser!
Sri Mulyani Tegaskan Efisiensi Bukan Hambat Kinerja
Menurut Menkeu, kebijakan ini diambil sebagai bentuk adaptasi kelembagaan terhadap perkembangan zaman dan tantangan fiskal yang dinamis. Ia menekankan bahwa meski SDM menyusut, kinerja dan tanggung jawab Kemenkeu tak boleh ikut turun.
“Efisiensi bukan alasan untuk mengendurkan kualitas kerja dan pengawasan. Justru harus lebih adaptif, cerdas, dan digital,” tegasnya.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad

