WARTABANJAR.COM – Kadang, permintaan maaf itu datangnya terlambat. Tapi tak jarang, keberanian untuk meminta maaf justru muncul setelah tekanan publik begitu kuat. Seperti yang terjadi di Demak, Jawa Tengah, di mana seorang ibu datang mengembalikan uang damai Rp12,5 juta yang sempat ia terima dari seorang guru honorer. Bukan karena undang-undang, tapi karena viral.
Ya, uang sebesar Rp12,5 juta dikembalikan ke Pak Ahmad Zuhdi, guru madrasah senior berusia 63 tahun, yang beberapa waktu lalu ramai dibicarakan karena menampar muridnya. Saat itu, ia sedang mengajar, ketika tiba-tiba kepalanya dihantam sandal oleh siswa kelas 6. Refleks, emosional, dan tentu manusiawi, Pak Zuhdi menampar balik si murid.(vri/berbagai sumber)

