Puas dengan Piala Presiden 2025, Erick Thohir Tantang Peningkatan Kualitas Klub Lokal
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyampaikan apresiasi dan rasa puasnya terhadap suksesnya gelaran Piala Presiden 2025 yang baru saja rampung.
Ia menilai, Piala Presiden 2025 ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam bobot dan gengsi.
Hal ini terlihat dari final turnamen berhadiah total Rp 11,5 miliar yang mempertemukan dua klub internasional, Oxford United dan Port FC, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (13/7/2025).
Final itu dimenangi oleh Port FC dengan skor akhir 2-1.
“Final ini membuktikan bobot dan gengsi Piala Presiden sudah naik kelas. Tidak hanya sekadar turnamen pramusim, tapi ajang ini kini jadi magnet bagi klub-klub luar negeri dan sekaligus jadi tolok ukur daya saing klub-klub Indonesia,” ujar Erick yang hadir menonton langsung di stadion, dikutip dari laman PSSI, Kamis (17/7/2025).
Port FC menjadi keluar di hadapan 15 ribu penonton yang disuguhkan atraksi memukau dari 1.200 drone dalam seremoni pembuka.
Tampil pula ratusan anak sekolah sepakbola melakukan juggling bareng.
Di partai puncak, Port FC bangkit dari ketinggalan untuk menjadi kampiun Piala Presiden 2025 usai kemasukan pada menit ke-11 oleh gol Mark Harris.
Skor kemudian menjadi 1-1 usai Teerasak Poeiphimai membalas (45').
BACA JUGA: Atap Tetangga Lain Dirusak oleh Nenek di Desa Talaga Itar Tabalong
Babak kedua, wakil Thailand ini berbalik unggul berkat gol Brayan Perea (48'), skor itu bertahan hingga akhir.
Pertandingan dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) Madam Pang yang juga pemilik Port FC, dan Ketua Steering Committee Maruarar Sirait.
Erick menegaskan bahwa keberhasilan dua klub internasional melaju ke partai puncak merupakan sinyal kuat bagi klub-klub dalam negeri seperti Arema FC, Persib Bandung, Dewa United, dan Liga Indonesia All Star untuk meningkatkan daya saing agar mampu bicara di level Asia.
“Ke depan, kami ingin agar klub-klub lokal tidak hanya berpartisipasi, tapi berprestasi. Ini tantangan sekaligus peluang untuk berbenah dan bangkit,” tegas Erick. (yayu)
Editor: Yayu