Warga Bumban Tuhup dan daerah sekitarnya memang masih sangat bergantung pada transportasi air seperti klotok untuk aktivitas harian. Jalur sungai merupakan akses utama menuju pusat kota dan wilayah pedalaman.
Namun, kecelakaan ini kembali memicu perdebatan soal keselamatan transportasi sungai, terutama terkait kompetensi motoris (pengemudi perahu), arus sungai, serta minimnya regulasi ketat di jalur air.
“Kalau dari posisi kejadian, klotok memang salah. Harusnya tunggu tongkang lewat dulu, bukan maksa jalan pas posisi tongkang menikung,” ujar komentar lain yang viral di media sosial.
Doa dan Harapan dari Netizen
Tak sedikit pula warganet yang menyampaikan doa dan harapan bagi para penumpang.
“Ya Allah… semoga para korban diberikan kekuatan dan keselamatan. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” tulis seorang pengguna.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Pihak berwenang juga akan menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa pengemudi klotok dan mengumpulkan keterangan saksi mata.(Wartabanjar.com/folkkalteng/berbagai sumber)
editor: nur muhammad

