WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pelatih Liga Indonesia All Star, Rahmad Darmawan alias Coach RD, menyampaikan pesan keras buat PSSI usai timnya dihajar Oxford United 3–6 dalam laga pembuka Grup A Piala Presiden 2025 di SUGBK, Minggu (6/7/2025). Menurutnya, kalah intensitas, postur, dan cara bermain jadi bukti nyata kalau skema pembinaan bibit muda nasional harus dievaluasi serius. Bukan sekadar drama kekalahan, tapi alarm buat perubahan sistematis.
Soal Pemain Muda: Lebih dari Sekadar Kuantitas
RD menyoroti statistik seperti passing accuracy dan tekanan (pressing) menurun drastis. Dan ini bukan cuma soal satu tim All-Star, tapi cerminan struktur pembinaan usia muda masih amburadul. “Sebelum naik ke level satu sudah penuh isinya” ini bukan typo, melainkan tuntutan agar PSSI mulai fokus dari akar: kualitas, sistem berjenjang, dan mental juara sejak dini.
Atmosfer Eropa yang Bikin Gugup
Menurut Coach RD, para pemain sempat terlihat grogi di awal duel. Atmosfer Eropa tekanan suporter 40 ribu lebih bikin mental goyah . Meski atmosfer ini hanya di pramusim, tapi jadi alarm bagi PSSI: perlu latihan mental dan exposure internasional lebih intens agar kelak pemain nggak loyo saat bentrok di pentas besar.
Optimisme meski Hasil Telak
Kendati keputusan awal goyah dan penampilan kurang intens, RD tetap bangga karena semangat pantang menyerah anak-anak All-Star sampai menit terakhir. Penekanan utamanya, jangan menyerah! RD berharap sisa fase grup bisa jadi momentum untuk bangkit, plus pengingat bahwa hasil seperti ini bikin peluang ke final makin menipis.







