Selain Rasulullah, Wagub Hasnuryadi juga menyebut kedua orang tuanya sebagai panutan terbesar dalam kehidupannya.
“Bagi saya pribadi, sosok panutan juga datang dari orang tua saya yang telah menanamkan nilai-nilai kehidupan dan kepemimpinan sejak kecil,” tutur Hasnuryadi.
Menutup paparannya, Wagub Hasnuryadi menyampaikan dua prinsip utama yang menurutnya menjadi pegangan dalam membangun kredibilitas sebagai pemimpin muda.
“Pertama, ilmu pengetahuan sebagai fondasi yang kokoh dalam mengambil keputusan dan menjalankan tanggung jawab. Kedua, kepercayaan, karena seorang pemimpin sejati adalah mereka yang bisa dipercaya oleh orang-orang di sekitarnya,” pungkasnya.
Turut memberikan pemaparan dalam seminar tersebut, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalsel, Galuh Tantri Narindra. Dalam paparannya, Galuh Tantri menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif di era disrupsi digital, serta perlunya membangun integritas dan kemampuan komunikasi yang efektif sebagai modal utama seorang pemimpin masa depan.
Selain itu, seminar juga menghadirkan Psikolog dan Dosen Fakultas Psikologi UM Banjarmasin, Hj. Ceria Hermina, yang membahas peran penting kesehatan mental dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri seorang pemimpin muda.
Melengkapi rangkaian narasumber, hadir pula Education Influencer, Danang Giri, yang berbagi pengalaman dalam membangun personal branding di era media sosial.
Kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman. (rfq/adpim)
Editor Restu







