“Jemaah haji Indonesia dikenal sangat taat peraturan, santun, dan sistem pengelolaan haji yang diterapkan pemerintah Indonesia dari tahun ke tahun dinilai sudah sangat standar. Oleh karena itu, penyelenggaraan haji tahun ini pun diapresiasi dan diharapkan akan terus dibenahi menjadi lebih baik lagi,” jelas Menag.
Usulan Bandara Alternatif dan Pembangunan Perkampungan Haji
Menag Nasaruddin melanjutkan, Presiden Prabowo juga mengusulkan adanya bandara alternatif selain Jeddah dan Madinah.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi antrean penerbangan jemaah dan mempersingkat masa tinggal mereka di Arab Saudi.
Masa tinggal yang lebih singkat ini diharapkan dapat berdampak signifikan pada pengurangan biaya haji.
“Kita bisa menggunakan bandara lain, misalnya bandara internasional yang ada di Taif, yang jaraknya kurang lebih 100 km dari Makkah. Itu juga dipertimbangkan oleh Kerajaan,” kata Menag.
Selain itu, Presiden Prabowo juga meminta kemungkinan pembangunan perkampungan haji di Kota Mekkah.
Permintaan ini langsung ditanggapi positif oleh MBS.
“Insya Allah, sesampainya di Tanah Air nanti, kami akan membentuk tim untuk mempersiapkan segala sesuatunya karena memang kami sudah menyiapkan beberapa alternatif. Bapak Presiden juga sudah memberikan kecenderungan alternatif-alternatif mana yang paling produktif,” jelas Menag.
Kesempatan Bersejarah di Kakbah
Di luar pertemuan bilateral, Kerajaan Arab Saudi juga memberikan kesempatan istimewa bagi Presiden Prabowo dan jajarannya untuk masuk ke dalam Kakbah.
