BACA JUGA: 3 Jemaah Haji Hilang, Termasuk Asal Banjarmasin Belum Ditemukan
Ia juga menekankan bahwa pada hari kedua ini, fokus kegiatan diperluas, melibatkan seluruh unsur pemerintahan mulai dari SKPD hingga kelurahan, guna memastikan sinergi dan pemahaman yang utuh terkait strategi penanganan stunting dari hulu ke hilir.
Fakta mengejutkan pun diungkap, yaitu angka prevalensi stunting di Kota Banjarmasin masih stagnan di angka 26,5 persen selama dua tahun terakhir (2023–2024).
Tidak ada penurunan sama sekali.
“Tahun ini kita harus berani menargetkan penurunan. Kalau tidak ada penurunan, buat apa miliaran rupiah dianggarkan. Ini soal keseriusan. Kita harus berani tetapkan target nyata untuk 2026,” tutup Machli. (Ramadan)
Editor: Yayu







