H. Hairussadi menambahkan, “Waktu itu Bupati H. Ardiansyah menganggarkan untuk dibangun masjid yang presentatif di Kabupaten Tanah Laut. Waktu itu Pemda memfasilitasi pembangunan di bidang fisik, nah kita masyarakat membebaskan lahan dari masyarakat, jaman kepemimpinan H. Ardiansyah,” terangnya.
Kini, Masjid Agung Syuhada berdiri dua tingkat dengan kapasitas mencapai 5.000 hingga 7.000 jemaah.
Masjid ini tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga memiliki tanah wakaf produktif, termasuk ruko, TK Al-Qur’an, dan rumah kos-kosan.
Rencana Masa Depan dan Acara Keagamaan
Ke depan, Masjid Agung Syuhada memiliki rencana ambisius, di antaranya adalah membangun perpustakaan masjid.
“Tujuannya juga nanti, ingin mengumpulkan sejarah-sejarah terkait pembentukan masjid Agung Syuhada, karena masjid Agung Syuhada ini dibangun sebelum kemerdekaan 1935, jadi mungkin sejarah kota Pelaihari pun termasuk orang-orang yang ada di dalam pembentukan masjid Agung Syuhada,” papar Redhy.
Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki foto atau dokumen terkait sejarah masjid untuk berbagi.
Perpustakaan ini direncanakan akan ramah anak, dengan koleksi dan fasilitas yang menunjang.
Selain itu, pengelola masjid berencana menghidupkan kembali majelis taklim mingguan atau bulanan.
“Karena pada waktu dulu majelis mingguan yang setiap hari Rabu jemaahnya membludak sampai ribuan,” kenang Redhy.
Ini menjadi semangat baru untuk kembali mengundang penceramah atau guru dari luar kota Pelaihari.
Masjid Agung Syuhada juga mengundang masyarakat untuk menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Gema Muharram, Peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah, bersama Ustadz H. Ilham Humaidi, Khodimul Majelis As Shofa Banjarmasin.
Acara ini akan dilaksanakan pada Ahad, 29 Juni 2025, pukul 14.00 WITA (Ba’da Zuhur) di Masjid Agung Syuhada Pelaihari. (Gazali)
Editor: Yayu







