Bupati sudah berjanji akan menambah armada ambulans dan memperbaiki pelayanan. Itu kabar baik. Tapi yang dibutuhkan bukan sekadar penambahan kendaraan, melainkan perbaikan sistem secara menyeluruh: mulai dari respons darurat, komunikasi dengan keluarga pasien, hingga protokol rujukan yang transparan dan mudah dipahami.
Petugas medis juga harus dilindungi, tapi bukan berarti kritik warga dimatikan. Justru seharusnya kritik dijadikan bahan perbaikan, bukan dianggap sebagai bentuk ketidaktahuan publik.
Jika memang RSUD sudah bekerja sesuai prosedur, maka evaluasi sistem komunikasi ke publik harus jadi prioritas. Jangan biarkan SOP menjadi “tameng birokrasi” yang membuat masyarakat makin jauh dari hak dasarnya yaitu mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan manusiawi.
Kita hidup di zaman di mana kamera ponsel lebih cepat bekerja daripada jalur resmi pengaduan. Dan ironisnya, sering kali baru setelah video viral, barulah pejabat turun tangan. Ini mencerminkan lemahnya mekanisme pengawasan internal dan keterlambatan deteksi masalah di lapangan.
Semoga insiden di RSUD Muna Barat jadi momen evaluasi serius. Bukan cuma untuk rumah sakit itu saja, tapi juga bagi sistem layanan publik di banyak daerah yang kondisinya tak jauh berbeda.
Karena kalau semua masalah harus viral dulu baru diurus, maka kita bukan sedang membangun sistem, tapi sedang menunggu giliran masuk berita.(Vri/berbagai sumber)
#viral #rsudmunabarat #sulawesitenggara #layanankesehatan #wartabanjar

