DUNIA PANIK! Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Siap Melonjak, Dampaknya Bagi Indonesia?

Inflasi dan Ancaman Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Bhima, dampak terbesar akan terasa pada impor BBM. Lonjakan harga minyak akan menyebabkan biaya subsidi naik tajam, memicu inflasi, dan pada saat yang sama daya beli masyarakat melemah.

“Kenaikan harga BBM akan diteruskan ke pelaku usaha dan konsumen. Dampaknya, konsumsi rumah tangga akan melambat,” kata Bhima.

Lebih jauh, Bhima memprediksi jika konflik berkepanjangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa turun drastis.

“Jika perang terus berlanjut, ekonomi Indonesia diproyeksikan hanya tumbuh 4,5 persen (year on year) tahun ini. Target pertumbuhan 8 persen akan makin jauh dari jangkauan.”

Rencana Iran menutup Selat Hormuz bukan sekadar ancaman regional, tetapi bisa menjadi pemicu krisis energi global. Indonesia, sebagai negara pengimpor BBM, harus bersiap menghadapi skenario terburuk.

Pemerintah diminta segera menyiapkan langkah mitigasi untuk melindungi ekonomi nasional dan menahan laju inflasi yang bisa menyengat di tengah lemahnya daya beli masyarakat.

AS Mengemis ke China

Presiden AS Donald Trump bersama Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth saat konpers di Gedung Putih di Washington, AS, Sabtu, (21/06/2025 (©AP/ Pool/ Carlos Barria)

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, pada hari Minggu (22/6/2025), mengemis ke China untuk merayu Iran agar tidak menutup Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat melaksanakan serangan terhadap tiga lokasi nuklir di Iran.

Baca Juga :   Presiden Prabowo Tegaskan Siap Mati di Jalan Kebenaran demi Bela Keadilan Rakyat Indonesia

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca