WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Dalam kunjungannya ke Rumah Kemasan Banjarmasin, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza mendorong penguatan kualitas kemasan produk UMKM melalui kolaborasi kreatif dengan dunia pendidikan. Wamen Helvi menilai bahwa desain kemasan yang menarik memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar. Ia pun mendorong sinergi antara pelaku UMKM dan akademisi lokal. "Kami terbuka untuk kolaborasi bersama mahasiswa atau lulusan baru yang bisa membantu mendesain kemasan produk UMKM kita," ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, usai mendampingi Wamen dalam kunjungan tersebut. Tak hanya soal kemasan, Wamen Helvi juga menekankan pentingnya transformasi digital. Menurutnya, model pemasaran konvensional kini tak lagi memadai di tengah pesatnya perkembangan era digital. "UMKM harus berani naik kelas. Manfaatkan platform digital seperti Shopee, Lazada, dan berbagai e-commerce lainnya agar produk kita menjangkau pasar lebih luas," ujarnya. Ichrom pun menyambut positif arahan tersebut, berharap ke depan ada dukungan pelatihan langsung dari kementerian. "Kami berharap bisa bekerja sama menghadirkan pelatihan dari instruktur e-commerce, agar UMKM kita semakin siap bersaing secara digital," tambahnya. BACA JUGA: Kondisi Jemaah Haji Asal Depok Usai Pesawat yang Ditumpangi Dapat Ancaman Bom Sementara itu, menyoal kondisi daya beli masyarakat, Ichrom mengakui bahwa meskipun belum tergolong rendah, masyarakat saat ini lebih selektif dalam berbelanja, hanya fokus pada kebutuhan prioritas. "Karena itu, pasar murah seperti ini penting untuk menjaga stabilitas konsumsi. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat," jelasnya. Ke depan, Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin berkomitmen menyiapkan program lanjutan untuk mendongkrak konsumsi rumah tangga dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal (Ramadan) Editor: Yayu