WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting dengan fokus pada intervensi gizi spesifik dan sinergi lintas sektor. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan HST, dr. Desfi Delfiana Fahmi, dalam kegiatan Rembuk Stunting Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) tingkat kabupaten, Selasa (17/6/2025).
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di HST tercatat sebesar 13 persen. Sementara itu, data elektronik e-PPGBM menunjukkan adanya penurunan angka stunting dari 10,1 persen di 2023 menjadi 9,6 persen di 2024.
Meski tren menurun, dr. Desfi mengungkapkan ada dua kecamatan yang justru mengalami kenaikan, yakni Kecamatan Hantakan dan Labuan Amas Utara, masing-masing naik sekitar satu persen.
Fokus Intervensi Gizi dan Layanan Kesehatan Ibu-Anak
Strategi Dinas Kesehatan HST mencakup intervensi seperti:
Pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil
Tablet tambah darah untuk remaja putri
Imunisasi lengkap, aktivasi posyandu, serta edukasi pola asuh dan PHBS
Penyuluhan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)
BACA JUGA:VIRAL! Ulama dan Santri Segel Alfamart di Ciamis, Tuntut Boikot Produk Israel
Selain itu, dilakukan pula:
Peningkatan kapasitas kader PAUD/TK/RA
Pemenuhan tenaga bidan desa/kelurahan
Pelayanan UKM dan UKP rujukan
Jaminan kesehatan melalui UHC
Inovasi Digital dan Kolaborasi Lintas Sektor
Dinkes HST turut meluncurkan dua inovasi unggulan:







