Hanya saja sikap Donald Trump terlihat condong membela Israel karena alasan khusus.
Israel sendiri menyatakan serangan ke Iran belum selesai. PM Benjamin Netanyahu bersumpah akan menggempur lebih keras.
Sumber militer Israel mengeklaim bahwa fasilitas pengayaan uranium di Natanz dan Isfahan telah rusak berat. Serangan juga menghantam hanggar militer di Bandara Mehrabad, Teheran. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi adanya kebocoran radiasi, namun menyebut kondisinya masih terkendali.
Di tengah panasnya situasi, perundingan diplomatik antara Iran dan AS yang sedianya digelar di Oman dibatalkan sepihak oleh Teheran.
Salah satu serangan Israel juga menghantam fasilitas gas South Pars di Bushehr, menyebabkan gangguan produksi dan kebakaran besar. Harga minyak global melonjak hingga 7%. Iran bahkan mengancam akan menutup Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak dunia.
Meski kekuatan proksi Iran seperti Hezbollah dan Hamas sedang dalam posisi lemah, tekanan terhadap Ayatollah Khamenei semakin besar. Menyerah akan dilihat sebagai kekalahan besar, namun melawan berarti membuka pintu intervensi militer global.
Baik Israel maupun Iran sama-sama menunjukkan bahwa mereka siap untuk konflik jangka panjang. Hal ini membuat dunia menyaksikan dengan napas tertahan. Pertanyaannya kini bukan lagi kapan konflik ini akan berakhir, tapi apakah kita tengah menyaksikan babak pembuka dari Perang Dunia III?
#perang #israel #iran #wartabanjar






