“Kami dari Jogja, tapi hidup banyak di Jawa Tengah. Dulu pacaran sama istri juga sesama hakim, sekarang sama-sama tugas terus. Saya di Kendal, dia di Ungaran, lalu saya di Bantul, dia di Sleman,” ujar Kurniawan disambut tawa hadirin.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergitas antara penegak hukum dan pemerintah daerah.
“Kami mohon dukungan dari Pak Bupati dan seluruh Forkopimda. Insyaallah kami akan jaga integritas dan membangun PN Pelaihari jadi benteng keadilan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata dia.
Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto turut memberikan sambutan yang hangat dan penuh harapan dalam acara tersebut. Ia mengapresiasi dedikasi Ali Sobirin dan menyambut baik kehadiran Kurniawan Wijonarko.
“Sejak 20 Februari lalu, banyak diskusi dengan Pak Ali tentang makna penegakan hukum. Beliau selalu siap kapan pun untuk memberi sumbangsih ilmu. Kami percaya, yang beliau alami adalah perjalanan terbaik dari Tuhan,” ujar Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkab Tanah Laut dan Pengadilan Negeri untuk menghadirkan keadilan yang berpihak pada rakyat.
“Mari kita bersama-sama memberikan yang terbaik dari talenta yang diamanahkan Tuhan. Bekerjalah dengan hati,” pungkasnya.
Acara pisah sambut ini ditutup dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama, serta penuh nuansa kekeluargaan di antara para hadirin, yang terdiri dari Forkopimda, OPD, camat, serta para tokoh masyarakat. (Gazali)
Editor Restu







