“Istri lebih dari seratus bisa didapatkan. Tapi ibu, hanya satu dalam hidup.”
“Pintu surga terbuka buat kamu, bang. Enggak perlu antre.”
Sikap Anjas menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, tapi juga penyatuan nilai dan penghormatan terhadap orang tua masing-masing.
Pelajaran untuk Kita Semua
Kisah ini menjadi pengingat bagi siapa pun bahwa restu ibu adalah kunci keberkahan dalam rumah tangga. Pernikahan yang dimulai dengan luka pada hati ibu sendiri, bisa menjadi awal dari ketidakberkahan yang panjang.(Wartabanjar.com/mukjizatnabi/berbagai sumber)
editor: nur muhammad

