20 Tahun Berjualan Gorengan, Akhirnya Bisa Naik Haji

WARTABANJAR.COM – Pasangan suami istri Fadli Hariadi dan Arbainah akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah 20 tahun menabung dari hasil berjualan pisang goreng.

Warga Serdang Bedagai (Sergai) ini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 Embarkasi Medan (KNO 14). Fadli sangat bersyukur akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah 12 tahun menunggu.

“Sebelumnya saya bersama istri mendaftar haji dengan menyetorkan Rp25 juta per orang untuk mendapatkan nomor porsi. Alhamdulillah penantian panjang menjadi Tamu Allah bisa terwujud,” ujarnya di Medan, dikutip Minggu (18/5/2025).

Baca Juga

Seorang Pendulang Intan di Cempaka Meregang Nyawa Tertimbun Tanah Longsor

Ia berbagi cerita bahwa profesi berjualan pisang goreng di pinggir jalan Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai ditekuninya sejak 2005.

“Setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore saya berjualan bersama istri. Setiap hari kami jualan tidak ada hari libur, jika merasa lelah kami baru libur,” ungkapnya.

Suami istri yang memiliki dua anak ini rutin menyisihkan uang sebagai tabungan untuk berangkat haji. Sedikit demi sedikit uang hasil penjualan pisang goreng dikumpulkan untuk tabungan haji.

“Pendapatannya tidak menentu Pak, terkadang ramai, namun juga terkadang sepi. Namun kami menjalaninya dengan penuh kesabaran karena rezeki sudah diatur Allah SWT,” ucapnya.

Suka duka berjualan pisang goreng juga disampaikan Arbainah. “Saat anak kami masih bayi, saya bersama suami memasang kain gendong dan mengayunkan anak kami di ranting sebatang pohon di dekat kami berjualan. Saat itu tempat berjualan kami masih berupa tenda bongkar pasang,” kata Ardiah.

Baca Juga :   Hakim Indiana dan Istri Ditembak di Rumah, FBI Gerak Cepat Kejar Pelaku yang Buron

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca