Pemkab Banjar dan TPPS Pusat Evaluasi Penurunan Stunting: Capaian Positif, Tantangan Masih Ada

Evaluasi kinerja.

Kunjungan Lapangan: Tambak Anyar dan Bincau Jadi Sorotan

Dalam kunjungannya, TPPS Pusat meninjau langsung kondisi lapangan di Desa Tambak Anyar (Kecamatan Martapura Timur) dan Desa Bincau (Kecamatan Martapura). Mereka berdialog langsung dengan kader posyandu, pemerintah desa, guru PAUD, dan elemen masyarakat lainnya.

“Kami berharap kunjungan ini memberi masukan berharga agar upaya penurunan stunting di Banjar semakin optimal. Apalagi kegiatan ini didukung oleh program INEY tahap dua (Investing in Nutrition and Early Years) dari Bank Dunia,” ujar Hilman.

Capaian Positif, Namun Masih Diperlukan Perbaikan

Inti Wikanestri, Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, menyampaikan bahwa aksi penurunan stunting di Kabupaten Banjar menunjukkan hasil menggembirakan, dengan tingkat pelaksanaan mencapai lebih dari 86,7 persen.

“Penilaian dari Kemendagri tahun 2024 dan insentif fiskal yang diperoleh dengan nilai 71,3 poin menunjukkan progres positif. Meski demikian, masih ada tantangan dalam koordinasi dan tata kelola,” jelasnya.

Di Desa Tambak Anyar, Wikanestri menyoroti sistem pengelolaan data yang terintegrasi antar kader dan keterlibatan desa dalam musrenbang kecamatan. Namun, cakupan imunisasi masih perlu ditingkatkan. Desa juga dinilai rutin memberikan insentif kader dan memprioritaskan pembangunan sarana pendidikan serta infrastruktur jalan.

Sementara itu, di Desa Bincau, beberapa aspek penting yang perlu ditingkatkan mencakup tata kelola kegiatan dan penguatan regulasi kunjungan posyandu. Posyandu di desa ini memiliki cakupan yang luas, distribusi tablet tambah darah dilakukan melalui kerja sama dengan sekolah, dan informasi kesehatan sudah dikelola menggunakan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).

“Fasilitas posyandu sudah cukup baik, namun cakupan wilayah kerja puskesmas masih terlalu luas,” pungkas Wikanestri.(Wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur muhammad