Sarwadharma berpesan, semuanya harus lebih waspada terhadap tingkah laku masing-masing, karena dalam tiap diri masing-masing itu tanpa disadari dikuasai oleh tiga akar kejahatan.
Di antaranya, keserakahan atau loba, dosa kebencian, dan yang terakhir adalah kegelapan batin.
“Jadi dihari Waisak ini marilah kita mengurangi kotoran-kotoran yang ada dibatin kita, karena kalau untuk menghapus semua itu kita masih belum mampu, setidaknya kita mengurangi saja dulu dengan cinta kasih,” ucap Sarwadharma.
Ia berharap, agar kedamaian bisa tercipta baik di dunia, maupun di diri masing-masing manusia.
“Karena kasihan kalau saat ini kuta melihat diberita ataupun dimana saja, bagaimana menderitanya orang-orang yang menjadi korban akibat keserakahan dan kebencian pengelola negaranya,” harapnya.
Sementara itu, salah satu Umat Budha, Kevin Charly Tunajaya mengungkapkan, rasa bahagianya dapat merayakan Hari Waisak tahun ini.
“Tentunya sangat bahagia, apalagi perayaan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena umatnya lebih banyak yang datang, tentu suasananya lebih meriah,” ungkap Kevin.
Kevin juga berharap, agar semua umat Budhis dapat menyuarakan kedamaian bagi sesama umat manusia.
“Semuanya bisa menyampaikan pesan kedamaian bagi seluruh umat manusia di dunia ini,” pungkasnya. (Iqnatius)
Editor Restu







