WARTABANJAR.COM – Kebakaran hutan dahsyat melanda wilayah tengah Israel pada Rabu, 23 April 2025, memaksa ribuan warga mengungsi dan menutup sejumlah jalur utama. Kebakaran ini dipicu oleh suhu ekstrem dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api dari Moshav Tarum menuju kawasan Beit Shemesh dan sekitarnya.
Komunitas Eshtaol, Beit Meir, dan Mesilat Zion telah dikosongkan sepenuhnya. Lebih dari 3.500 warga dievakuasi oleh polisi dan militer Israel (IDF) sebagai langkah darurat. Jalur transportasi vital seperti Rute 38, Rute 44, dan sebagian Rute 6 ditutup total, sementara lalu lintas kereta api dihentikan karena risiko api yang mendekati rel.
Asap tebal menyelimuti Yerusalem, menyebabkan penurunan drastis kualitas udara. Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari aktivitas luar ruangan. Hingga saat ini, sembilan orang dilaporkan mengalami luka ringan, termasuk tujuh petugas pemadam kebakaran dan dua warga sipil.
BACA JUGA: Transparansi BGN Dipertanyakan: Peserta SPPI Batch 3 Alami Pembatalan Kelulusan Tanpa Penjelasan
Lebih dari 110 regu pemadam kebakaran, delapan pesawat pemadam, dan satu helikopter dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api yang terus meluas. Pasukan tambahan dari enam distrik bergabung dalam upaya pemadaman, dengan dukungan dari Angkatan Udara Israel dan Komando Front Dalam Negeri .
Para pengendara di Rute 6 terpaksa meninggalkan kendaraan mereka karena api yang mendekat dengan cepat. Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan darurat dan mengimbau masyarakat untuk menjauh dari area terdampak .

