WARTABANJAR.COM, MUARA TEWEH - Banjir besar yang melanda Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, semakin meluas dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Hingga Senin pagi, tercatat 56.018 jiwa dari 18.293 kepala keluarga terdampak banjir yang merendam 67 desa dan kelurahan di sembilan kecamatan.​ Ketinggian Air Capai 1,5 Meter Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBPK Kalimantan Tengah, Alpius Patanan, menyatakan bahwa ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 150 cm. Banjir ini telah merendam 8.516 rumah warga dan 242 fasilitas umum, termasuk 24 fasilitas kesehatan, 84 tempat ibadah, 72 sarana pendidikan, 37 gedung pemerintah, serta 25 jalan dan jembatan.​ Penyebab Banjir: Luapan Sungai Barito dan Anak Sungainya Banjir yang terjadi sejak 9 April 2025 disebabkan oleh meluapnya Sungai Barito dan anak sungainya, seperti Sungai Lahei, Sungai Tewei, dan Sungai Montallat. Sebagian besar wilayah terdampak berada di daerah aliran sungai (DAS) Barito, yang membuat kawasan ini rentan terhadap banjir.​ BACA JUGA:VIDEO – MENCEKAM! Pria Nekat Tangkap 2 King Cobra Raksasa Dalam Air, Ular Terlepas Langsung Menyerang Sebaran Wilayah Terdampak Berikut adalah rincian wilayah yang terdampak banjir: Kecamatan Montallat: 10 desa, 11.638 jiwa terdampak, 2.137 rumah terendam. Kecamatan Teweh Baru: 6 desa dan 1 kelurahan, 7.250 jiwa, 1.595 rumah terendam. Kecamatan Teweh Tengah: 2 desa dan 2 kelurahan, 13.637 jiwa, 2.267 rumah terendam. Kecamatan Teweh Timur: 7 desa, 1.684 jiwa terdampak. Kecamatan Lahei Barat: 11 desa, 7.626 jiwa, 1.985 rumah terendam. Kecamatan Lahei: 3 kelurahan dan 10 desa, 9.801 jiwa, 422 rumah terendam. Kecamatan Gunung Purei: 1 desa (Desa Lempong II). Kecamatan Gunung Timang: 20 desa, 980 jiwa terdampak.​ Respons Pemerintah dan Imbauan kepada Warga Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara telah menetapkan status siaga dan mengerahkan tim gabungan untuk siaga 24 jam. Langkah-langkah yang diambil meliputi evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, dan pemantauan debit air Sungai Barito.​ Warga yang tinggal di dekat sungai diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor kepada pihak berwenang jika membutuhkan evakuasi atau bantuan medis.(Wartabanjar.com/sudutkalteng.com/instagram/kompascom/tirto.id) editor : nuh muhammad