Kemudian di tingkat pusat, Kemensos melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial akan membentuk tim verifikasi yang terdiri dari akademisi, sejarawan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Tim ini bertugas menelaah semua usulan pahlawan nasional dari berbagai daerah sebelum dibahas lebih lanjut.
“Setelah melalui pembahasan mendalam, kami akan memfinalisasi usulan dan menandatanganinya sebelum dikirim ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan untuk diputuskan,” papar Gus Ipul.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih menyebut ada 10 nama yang masuk daftar usulan calon pahlawan nasional 2025, termasuk Soeharto dari Jawa Tengah dan Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur.
Empat nama baru yang diusulkan tahun ini antara lain Anak Agung Gede Anom Mudita dari Bali dan Deman Tende dari Sulawesi Barat.(atoe/info publik)
Editor Restu







