“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, terutama kepada masyarakat Indramayu atas kealpaan dan kekhilafan saya. Pergi di saat Lebaran tanpa izin, dan saya juga meminta maaf kepada Pak Gubernur karena seharusnya saya sebagai bagian dari jajaran pemerintah provinsi harus memohon izin terlebih dahulu,” ujar Lucky dengan penuh penyesalan dikutip dari akun Instagram @mood.jakarta.
Permintaan maaf yang terbuka ini dinilai sebagai langkah yang sangat positif dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah di mata masyarakat. Langkah ini juga menunjukkan komitmen kedua kepala daerah untuk memperbaiki hubungan dengan publik dan membangun kepercayaan yang lebih baik di masa depan.(Wartabanjar.com/mood.jakarta)
editor: nur muhammad









