WARTABANJAR.COM – Asisten pelatih Timnas Indonesia, Denny Landzaat, membuat momen emosional saat pulang kampung ke tanah leluhurnya di Pulau Buru, Maluku. Kunjungan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya, pria keturunan Maluku-Belanda ini menjejakkan kaki di kampung halaman ibunya—dan menyampaikan pidato hangat dalam Bahasa Indonesia.
Kedatangan Landzaat disambut meriah oleh warga lokal dengan arak-arakan penuh semangat, layaknya seorang pahlawan yang kembali ke rumah. Suasana penuh kegembiraan dan rasa bangga menyelimuti masyarakat Pulau Buru yang menyambutnya dengan antusias.
“Syalom, terima kasih. Banyak orang di sini. Terima kasih, acara makan-makan. Makanannya enak. Bagus-bagus,” ucap Landzaat dalam Bahasa Indonesia yang cukup fasih, sambil tersenyum kepada warga, seperti dikutip dari akun Instagram @sportconer_indonesia seperti dikutip di Beritasatu.com, Sabtu (5/4/2025).
Denny Landzaat lahir di Amsterdam, Belanda, pada 6 Mei 1976. Ia merupakan sosok yang tidak asing di dunia sepak bola Eropa. Sepanjang kariernya sebagai pemain profesional, ia pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Ajax Amsterdam, AZ Alkmaar, Wigan Athletic (Premier League), Feyenoord, Twente, hingga Willem II. Ia juga sempat membela Timnas Belanda sebanyak 38 kali dan mencetak satu gol.
BACA JUGA:Dibombardir Sepanjang Laga, Timnas U-17 Curi Kemenangan Dramatis, Begini Statistik Pertandingannya
Namun, di balik gemilangnya karier di Eropa, Landzaat menyimpan kisah yang dalam dengan Indonesia, khususnya Maluku. Ibunya berasal dari Pulau Buru dan bermarga Salasiwa, sementara ayahnya adalah orang Belanda. Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, Landzaat mengaku merasa seperti pulang ke rumah.