“Naik kelotok lebih cepat, tidak perlu berdesak-desakan lewat jembatan,” ujar Yeni, salah satu jemaah asal Banjarbaru.
Keberadaan kelotok tak hanya mempercepat akses, tetapi juga memberikan pengalaman unik bagi jemaah luar daerah yang belum pernah menyeberang sungai khas Kalimantan Selatan.
Pihak panitia juga memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama proses penyebrangan. Sejumlah petugas berjaga di dermaga penyeberangan dan mengatur alur antrean agar tetap tertib.
Haul Datu Kelampayan merupakan salah satu peringatan ulama yang paling besar di Kalimantan Selatan. Tak hanya warga lokal, jemaah dari luar provinsi hingga mancanegara juga turut hadir setiap tahunnya untuk mengikuti rangkaian acara keagamaan ini.(Wartabanjar.com/Restu)
editor: nur muhammad







