Badan PBB Sebut Myanmar Dalam Kondisi Darurat Bantuan Pascagempa Dahsyat

    WARTABANJAR.COM, JENEWA – Kondisi Myanmar pascagempa dahsyat digambarkan sedang darurat bantuan.

    Lebih 2.000 orang telah dilaporkan meninggal dunia dalam gempa yang tercatat memiliki kekuatan magnitudo 7,7.

    Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyebut saat ini Myanmar sedang darurat bantuan.

    PBB mendata, wilayah terdampak gempa mengalami krisis air bersih, makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal.

    Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan bahwa waktu untuk melakukan pencarian korban gempa Myanmar semakin sempit, mengingat telah lebih dari 72 jam sejak bencana terjadi.

    Koordinator Kemanusiaan OCHA untuk Myanmar, Marcoluigi Corsi, memperingatkan bahwa jumlah korban diperkirakan akan terus meningkat.

    Menurut Corsi, ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa menghabiskan malam di tempat terbuka tanpa listrik serta air bersih.

    Sementara itu, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Myanmar Fernando Thushara, melaporkan bahwa rumah sakit kewalahan menangani lonjakan pasien, sementara persediaan obat-obatan dan bahan bakar semakin menipis.

    “Kebutuhan sangat besar dan terus meningkat setiap jam. Di seluruh daerah terdampak, keluarga menghadapi kekurangan air bersih, makanan, dan pasokan medis,” ujar Wakil Perwakilan UNICEF, Julia Rees.

    Ia menambahkan bahwa sebelum gempa, lebih dari 6,5 juta anak di Myanmar sudah membutuhkan bantuan kemanusiaan.

    Juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Babar Baloch, menyebut situasi di Myanmar sebagai salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca Juga :   Akan Ada Retret Gelombang Dua dan Tiga, Ini Penjelasan Wamendagri Bima Arya

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI