“Gempa hari ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Saya belum pernah merasakan intensitas gempa seperti ini dalam hidup saya,” ungkap Htet Ko (50), warga Mandalay, seperti dilaporkan CNA.
Saat gempa terjadi, Htet Ko berada di lantai dasar rumahnya yang terdiri dari dua lantai. Ia mendengar suara gemuruh di luar rumah dan merasakan getaran hebat yang membuatnya nyaris terjatuh. Saat melihat ke atas, ia melihat langit-langit rumahnya bergetar hebat.
“Gempa pertama berlangsung cukup lama. Saya merasa sangat takut. Segala sesuatu di sekitar saya bergoyang dan berguncang hebat. Saya merasa pusing saat berdiri, akhirnya saya harus duduk,” ujarnya.
Gempa terjadi sekitar pukul 13.20 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada kedalaman 10 km.
BACA JUGA:LEBARAN MAKIN HEMAT! Pertamina Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax Cuma Rp 12.500/Liter
Dari lokasi episentrum dan kedalaman hiposenter, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Besar Sagaing.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme mendatar (strike-slip),” ujar Direktur Gempa Bumi BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulis pada Jumat (28/3/2025).(Wartabanjar.com/@nixnews.id/CNN)
editor: nur muhammad







