WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Di tengah perekonomian yang sulit, berbagai upaya dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) untuk mengisi pundi-pundi keuangan negara.
Salah satu jurus yang tengah disiapkan SMI, adalah ide membentuk ‘joint program’ di kalangan instansi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dikutip dari akun Instagram @smindrawati di Jakarta, Kamis (27/3/2025), Sri Mulyani membeberkan joint program yang melibatkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Sekretariat Jenderal, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Inspektorat Jenderal dan Lembaga National Single Window (LNSW).
Baca juga:Wabup HST Serahkan Laporan Keuangan Pemda Unaudited TA 2024 ke BPK Kalsel
Pembentukan joint program ini, sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto bahwa rasio perpajakan Indonesia harus ditingkatkan.
Joint program optimalisasi penerimaan negara tahun 2025 itu dimulai dari hari ini.
Tim tersebut nantinya saling bekerja sama menerjemahkan amanat Presiden ke dalam tugas dan fungsi Kemenkeu untuk meningkatkan penerimaan negara dan menciptakan fondasi fiskal yang berkelanjutan.
“Selamat bekerja, Ardana 1-25. Kuatkan sinergi agar terus mampu menjawab tantangan zaman. Semoga Tuhan YME senantiasa memberi perlindungan dan kemudahan kepada kita dalam melaksanakan tugas yang luar biasa penting ini,” ujar Sri Mulyani.
Baca juga:DPRD Kalsel Minta Pj Wali Kota Banjarbaru Selesaikan PSU dengan Damai
Sebagaimana diketahui, realisasi penerimaan negara tercatat sebesar Rp316,9 triliun atau 10,5 persen terhadap target APBN 2025 yang sebesar Rp3.005,1 triliun per 28 Februari 2025.