Malang Memanas! Demo Tolak UU TNI Ricuh, Pos DPRD Dibakar & Bentrok Pecah

Akibat kericuhan ini, empat demonstran serta tujuh aparat—enam polisi dan satu TNI—mengalami luka-luka. Semua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi juga mengamankan sejumlah demonstran yang diduga terlibat dalam aksi anarkistis ini. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait perusakan dan pembakaran yang terjadi.

DPRD Malang: Kami Siap Berdialog

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimza, mengecam aksi anarkistis tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya sudah membuka ruang dialog terkait pengesahan UU TNI.

“Kami sudah menerima arahan bahwa tujuh fraksi siap melakukan audiensi dengan massa aksi. Sayangnya, demo ini justru berujung pada tindakan destruktif,” ujar Rimza.

Situasi di Kota Malang masih dalam pemantauan ketat aparat keamanan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.(Wartabanjar.com/Beritasatu.com)

editor: nur muhammad