WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Timnas Indonesia berpeluang menang dalam laga krusial melawan Australia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga zona Asia, yang digelar besok Kamis (20/3/2025), di Stadion Allianz, Sydney. Jika menang, Garuda akan menyalip Socceroos dan naik ke posisi kedua Grup C, yang merupakan zona lolos otomatis ke putaran final. Peluang Timnas Indonesia memenangkan duel ini, dengan melihat komposisi pemain Australia menghadapi masalah serius. Skuad asuhan Tony Popovic kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera dan performa buruk, seperti Harry Souttar yang bermain sebagai bek tengah mengalami cedera. Demikian juga bek Alessandro Circati masih dibekap cedera. Baca juga:Ratusan WNI Korban TPPO Myanmar Berhasil Dipulangkan, Lewati Daerah Konflik Sementara pemain yang sebelum dikenal memiliki kemampuan seperti Jordan Bos, Ajdin Hrustic, Riley McGree, Massimo Luongo, Mitch Duke, Awer Mabil tidak dipanggil dengan alasan performa buruk. Indonesia terakhir kali mengalahkan Australia pada Agustus 1981, menang 1-0 dalam babak kualifikasi Piala Dunia. Sejak itu, atau hampir 44 tahun, Indonesia belum pernah menang dalam 10 pertemuan terakhir—delapan kali kalah dan dua kali imbang. Bahkan, terakhir kali Indonesia mampu mencetak gol ke gawang Australia terjadi pada Oktober 1984, saat kalah 1-2 di Merlion Cup. Baca juga:Masjid di Sepanjang Jalur Pantura Akan Dijadikan Rest Area Mudik Lebaran Idulfitri 2025 Kali ini skuad Garuda datang dengan optimisme tinggi, terutama setelah sukses menahan Australia 0-0 di pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada September 2024. Gelandang Thom Haye, dalam podcast pribadinya The Haye Way, menegaskan bahwa Indonesia tidak sekadar mencari hasil imbang di Sydney. "Kami datang untuk menang, bukan hanya sekadar bertahan. Target kami adalah mengalahkan Australia, lalu meraih tiga poin lagi saat menghadapi Bahrain di Jakarta," ujar Haye dilansir Inilah.com. Kepercayaan diri ini semakin meningkat setelah Indonesia mengalahkan Arab Saudi 2-0 pada November 2024. Sejak masuknya Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala menggantikan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia mengalami transformasi besar dengan sentuhan Belanda. Selain Kluivert, PSSI juga menunjuk Jordi Cruyff, putra legenda Belanda Johan Cruyff, sebagai penasihat teknis Timnas. Indonesia juga terus menambah talenta naturalisasi berdarah Belanda. Empat pemain baru yang dipanggil untuk menghadapi Australia, seperti Emil Audero di posisi kiper, Dean James yang menempati posisi, gelandang Joey Pelupessy, serta pemain penyerang Ole Romeny. Indonesia memiliki 19 pemain naturalisasi dalam skuad berisi 29 pemain, menjadikannya salah satu tim dengan komposisi pemain diaspora terbanyak di Asia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun berharap Skuda Garuda memanfaatkan situasi ini namun tetap fokus. "Memang Australia mengalami masalah dengan cedera dan kelelahan, tapi kita harapka harus tetap waspada. Saya sudah mengingatkan pemain untuk tidak terpengaruh oleh faktor eksternal," ujar Erick kepada Bola.com. Mantan bintang Australia, Tim Cahill, juga mengakui perkembangan pesat Timnas Indonesia dan menyebut laga ini akan sangat sulit bagi Socceroos. "Indonesia semakin kuat dan kini setara dengan tim seperti Saudi Arabia. Australia tidak bisa lagi menganggap mereka enteng," kata Cahill, yang kini menjadi penasihat klub Johor Darul Ta’zim di Malaysia. Sementara itu, striker Australia Adam Taggart juga menyadari bahwa Indonesia telah berkembang pesat dan bakal menjadi lawan yang menyulitkan. "Ini adalah laga besar. Pertandingan seperti inilah alasan saya bermain sepak bola," ujar Taggart di situs resmi Socceroos. Persaingan Sengit di Grup C, Lolos ke Piala Dunia Tak Akan Mudah Sejak beralih dari Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC) ke Asia (AFC) pada 2005, Australia selalu lolos ke Piala Dunia sejak edisi 2006. Namun, kali ini mereka menghadapi ancaman besar dari Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, dan China. Jepang, yang memimpin klasemen dengan 16 poin dari enam laga, hampir pasti akan lolos otomatis. Sementara itu, perebutan posisi kedua antara Australia, Indonesia, Bahrain, dan China diprediksi akan berlangsung sengit hingga pertandingan terakhir. (Erna Djedi)