Hadis ini sangat jelas menunjukkan bahwa melaksanakan sholat isya dan subuh berjamaah memberikan pahala yang sangat besar, bahkan setara dengan menghidupkan seluruh malam tersebut.
Kiai AMA juga mengingatkan bahwa setiap bentuk ibadah yang dilakukan dengan niat yang ikhlas akan dihargai oleh Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa meskipun tidak mampu melaksanakan sholat sunnah atau dzikir panjang, minimal menghadiri sholat Isya berjamaah dan Subuh berjamaah sudah cukup sebagai bentuk usaha untuk menghidupkan malam lailatul qadar.
“Meskipun tidak mampu untuk melakukan sholat sunnah atau dzikir panjang, minimal kita menghadiri sholat Isya berjamaah dan mengikuti tarawih serta sholat subuh berjamaah selama Ramadhan. Maka, kita sudah dianggap menghidupkan malam lailatul qadar meskipun kita tidak merasakannya langsung,” jelas Kiai AMA. (Berbagai sumber)

