WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Perkebunan telah menjadi sektor yang menjanjikan bagi masyarakat Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Data resmi menunjukkan bahwa produksi tanaman perkebunan rakyat mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2021, menurut data balangankab,bps.go.id produksi karet mencapai 34.451 ton, namun menurun menjadi 24.375 ton pada 2022. Sebaliknya, produksi kelapa sawit meningkat dari 376 ton pada 2021 menjadi 689 ton pada 2022.
Khairullah, seorang pekebun sukses di Balangan, berbagi pengalamannya dalam mengelola perkebunan cabai dan terong. Ia menekankan pentingnya modal awal yang bervariasi tergantung pada jenis dan jumlah tanaman yang ditanam.
BACA JUGA:Polsek Awayan Dorong Ketahanan Pangan: Panen Jagung Manis di Sungai Pumpung
Sebagai contoh, untuk 1.500 pohon, diperlukan modal sekitar tiga juta rupiah, dengan biaya terbesar dialokasikan untuk pembelian pupuk dasar seperti kotoran ayam yang harganya mencapai belasan ribu rupiah per karung.
Selain itu, penggunaan mulsa seharga sekitar tujuh ratus ribu rupiah per roll dan lanjaran seharga enam ratus rupiah per batang juga menjadi komponen penting dalam investasi awal.







