“Jadi, kami memohon doa atas amanah yang telah diberikan dan semoga kami semua bisa mengabdi untuk masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, haul ini diisi dengan pembacaan Surat Yasin, Tahlil, dan Dzikir Nasyid, yang dipimpin oleh Guru Busu.
Kemudian, Habib Ali Zainal Abidin memimpin doa haul, mengajak seluruh jemaah memohon keberkahan bagi almarhum.
Suasana semakin menyentuh hati saat Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf melantunkan syair Maulid Al-Habsyi, diiringi grup Ahbabul Musthofa Bangil, yang menggetarkan hati para hadirin.
Dalam tausiyahnya, Guru Jaro menekankan keteladanan almarhum H. Abdussamad Sulaiman sebagai sosok yang ikhlas dalam beramal.
“Beliau tidak hanya membangun usaha, tetapi juga membangun kebersamaan. Bahkan jika ada yang menyakitinya, beliau mendoakan kebaikan untuk mereka. Inilah akhlak seorang pemimpin sejati,” ujar Guru Jaro.
Sementara itu, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan menambahkan bahwa seseorang yang kehidupannya penuh berkah akan tetap dikenang meski telah tiada.
“Almarhum tetap dikenal dan dicintai karena kedekatannya dengan ulama serta kecintaannya pada umat. Allah mencintai manusia yang bermanfaat bagi sesamanya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemungutan Suara Ulang di Banjarbaru, Pemkot Siapkan Dana
Haul ini dihadiri oleh ulama dan habaib terkemuka, seperti Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Quraisy Baharun, Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, Habib Ali Zainal Abidin, serta tokoh agama dari Kalimantan Selatan, termasuk K.H. Ahmad Sanusi Iberahim (Guru Jaro), K.H. M. Qomaruddin (Guru Busu), Guru K.H. Ahmad Mulkani, dan Ustadz H. Mohammad Mobarak.