“Salah satu penyebab Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi saat ibu hamil, rendahnya pengetahuan gizi, serta anemia pada remaja. Berat bayi lahir yang normal adalah 2.500 gram, jika kurang dari itu, bisa menjadi indikasi adanya masalah gizi sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, edukasi tentang gizi sejak dini sangat penting,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan terus melakukan penyuluhan kepada remaja dan calon ibu tentang pentingnya gizi seimbang agar dapat menciptakan generasi emas yang sehat dan kuat.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan informasi yang benar mengenai gizi. Tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Dalam peringatan Hari Gizi Nasional ini, juga dilakukan penyuluhan tentang gizi seimbang dan anemia remaja, yang memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pola makan sehat serta dampak buruk kekurangan gizi.
Selain itu, dilakukan skrining hemoglobin (Hb) bagi siswa guna mendeteksi risiko anemia pada remaja.
“Kami melakukan skrining Hb untuk mengetahui kadar hemoglobin siswa, terutama remaja putri. Jika kadar Hb rendah, itu bisa menjadi tanda anemia, yang dapat berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar,” ungkap salah satu petugas kesehatan yang bertugas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan remaja, Dinas Kesehatan juga membagikan tablet tambah darah kepada remaja putri untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Tablet ini dianjurkan dikonsumsi satu kali seminggu.







