“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan informasi yang benar mengenai gizi. Tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Dalam peringatan Hari Gizi Nasional ini, juga dilakukan penyuluhan tentang gizi seimbang dan anemia remaja, yang memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pola makan sehat serta dampak buruk kekurangan gizi.
Selain itu, dilakukan skrining hemoglobin (Hb) bagi siswa guna mendeteksi risiko anemia pada remaja.
“Kami melakukan skrining Hb untuk mengetahui kadar hemoglobin siswa, terutama remaja putri. Jika kadar Hb rendah, itu bisa menjadi tanda anemia, yang dapat berdampak pada kesehatan dan konsentrasi belajar,” ungkap salah satu petugas kesehatan yang bertugas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan remaja, Dinas Kesehatan juga membagikan tablet tambah darah kepada remaja putri untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Tablet ini dianjurkan dikonsumsi satu kali seminggu.
Jug digelar lomba menyusun menu gizi seimbang bagi anak sekolah. Lomba ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya variasi makanan sehat yang memenuhi standar gizi yang baik.
“Lomba ini diadakan agar siswa bisa lebih memahami bahwa makanan sehat harus mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang seimbang,” kata salah satu juri lomba.
Kegiatan ini diakhiri dengan pernyataan dari H. Ahmad Sauki yang mengucapkan selamat Hari Gizi Nasional ke-65 serta mengajak seluruh peserta untuk menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.
“Kami berharap dengan kegiatan ini, siswa bisa lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang. Mari kita bersama-sama menerapkan pola makan sehat demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.(Alfi)
Editor Restu







