Meskipun belum mencukupi untuk seluruh siswa/i, pelaksanaan tahap awal ini kata Bora akan menjadi bahan evaluasi ke depan.
“Oleh karenanya, kita juga sambil melihat dan memantau agar program ini bisa berjalan lancar dan tepat sasaran,” tandasnya.
Pada saat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny mengungkapkan, selain mendata jumlah siswa, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) juga memperhatikan kebutuhan khusus anak-anak.
“Pihak BGN sudah mempunyai data siswa yang memiliki alergi terhadap lauk tertentu, sehingga nantinya makanan yang diterima benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambahnya.
Dengan pengawasan dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh pelajar di Kabupaten Banjar. (Ikhsan)
Editor Restu







