Timoti menjelaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan intensif sejak satu tahun lalu. Namun, untuk momen-momen spesial seperti Imlek dan Cap Go Meh, latihan tambahan dilakukan dua minggu sebelum acara.
“Kami berharap perayaan tahun ini menjadi yang terbaik, semua umat diberikan kesehatan, dan tahun depan semakin ramai lagi,” katanya.
Selain itu, Timoti juga berharap klub barongsai yang dipimpinnya bisa kembali berpartisipasi dalam kejuaraan barongsai di tingkat nasional maupun internasional.
Cap Go Meh 2025 bukan hanya perayaan, tetapi juga wujud kekayaan budaya Tionghoa yang terus lestari di Banjarmasin!(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad







